Desa parumasan mengalami kekeringan
Musim halodo itulah yang sering masyarakat desa parumasan sebut. Halodo dalam bahasa indonesia bisa di artikan kemarau.
Dimana-mana kekeringan terjadi sawah, kolam/balong dan MCK di desa parumasan sudah tak berair lagi. Kekeringan merata diseluruh desa. Saat ini satu-satunya sumber air adalah Cimangun cakra atau yang sering masyarakat sebut dengan kata solokan,
Itupun hanya kampung-kampung tertentu, seperti KP. Babakan peuteuy dan KP. ciwaluran serta KP. malabar.
Sumber- sumber air saat ini mulai mengering. Sebagai contoh Sumber air yang ada di KP. Ciwaluran atau yang masyarakat Ciwaluran sebut Cai liang. Saat ini sudah mengering, Padahal Itu adalah sumber air bersih untuk desa CiBokor Dan Desa Parumasan atau Pusat Desa Parumasan.
Masyarakat desa parumasan saat ini mulai mengeluh karna terlalu jauh untuk mencapai ke sumber air yang masih ada. Baik itu untuk mandi, mencuci, ataupun menyucikan diri (wudhu) untuk melaksanakan shalat.
Untuk pertanian sangatlah tidak tepat saat musim halodo ini. Banyak sawah dan ladang masyarakat yang kekeringan bahkan tanah sawah-sawah mulai retak ini terjadi sekitar 3 bulan yang lalu. Untuk kolam ikan atau Balong banyak sekali yang tak berair lagi sama halnya seperti sawah tanah-tanah balong masyarakat nampak sudah kering bahkan sudah retak.
Dibawah ada beberapa Gambar kondisi desa parumasan saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar